Wanita Pun Bisa Tergoda, Lelaki Ini Digunduli dan Diasingkan Karena Terlalu Tampan


Sahabat UCers, jika lelaki sudah umum mudah terkena fitnah wanita, maka sesungguhnya bagi para wanita, lelaki juga adalah fitnah yang besar bagi hati mereka.

Wanita Pun Bisa Tergoda, Lelaki Ini Digunduli dan Diasingkan Karena Terlalu Tampan

Ilustrasi

Sebuah riwayat mahsyur dikisahkan dalam banyak versi, bahwa di masa khalifah Umar bin Khattab, beliau tengah berkeliling di suatu malam mengitari lorong-lorong kota Madinah. Umar kemudian mendengar seorang wanita bersenandung seraya mendesah, “Duhai adakah jalan yang menyampaikanku kepada khamr lalu aku meneguknya, Duhai apakah ada sarana untuk sampai dan mendapatkan Nashr bin Hajjaj ”.

Umar terganggu dengan apa yang terjadi pada wanita tersebut, lalu Umar pun memanggil pemuda yang bernama Nashr bin Al Hajjaj, dan Umar mendapati bahwa lelaki itu adalah pemuda yang teramat tampan.

Ketampanan itulah yang rupanya telah menjadi fitnah di hati wanita-wanita Madinah. Umar pun kemudian mencukur habis rambut pemuda tersebut. Setelah digunduli, ternyata pemuda itu justru semakin tampan, maka Umar pun mengasingkannya ke Bashrah.

Pengasingan ini bukan karena dosa yang telah ia perbuat juga bukan karena kekejian yang layak mendapatkan hukuman, akan tetapi karena menimbulkan fitnah di kalangan para wanita

Ilustrasi pemuda tampan

Sahabat UCers, jangan heran dengan tindakan khalifah Umar! Sungguh terlahir tampan dan cantik bukanlah suatu dosa.

Para Ulama menjelaskan dari perspektif Fiqih, bahwa tindakan khalifah Umar adalah bentuk mendahulukan kemaslahatan umum dari kemaslahatan pribadi. Maka secara umum, menimpakan kerugian atau bahaya atas kemaslahatan pribadi demi kemaslahatan umum itu lebih diutamakan dan sangat dianjurkan.

Sebagian orang juga bertanya-tanya, jika Nashr bin Al hajjaj diasingkan dari Madinah agar tidak menjadi fitnah bagi wanita-wanita Madinah, maka bagaimana dengan wanita-wanita Bashrah? Tidakkah tindakan Umar berarti memindahkan fitnah dari Madinah Ke Bashrah?

Ilustrasi

Ulama menjelaskan beberapa hikmah dari tindakan yang dilakukan Umar bin Khattab:

  1. Dengan pengasingan ini seakan-akan Umar menyeru kepada penduduk Bashrah, “Takutlah dan hindarkanlah oleh kalian fitnah, sungguh aku telah mengasingkan pemuda ini ke negara kalian agar aku tidak terganggu dengan fitnah yang akan timbul dari ketampanannya, maka berhati-hatilah kalian dari fitnah yang akan terjadi.”
  2. Sesungguhnya perasaan orang yang diasingkan itu sama sekali berbeda dengan orang yang tinggal di tanah kelahirannya, karena dia di negeri pengasingan akan disibukkan dengan kondisi kejiwaannya, upaya mencari penghasilan dan pekerjaan hal ini jelas akan mengurangi kemakmuran dan kesejahteraannya sebagaimana yang ia rasakan dan dapatkan di negaranya. Sedikit banyak hal semacam ini akan mengurangi ketampanannya karena dirinya disibukkan dengan hal lainnya.
  3. Sesungguhnya pengasingannya akan memberikan dan mendatangkan pemahaman kepada masyarakat serta mendidik jiwa-jiwa generasi muda guna memerangi fitnah yang akan timbul. Juga mengajarkan kepada para pemimpin satu masalah penting dalam perpolitikan yang dilandaskan kepada Syari’ah dan bagaimana mengedepankan kemaslahatan umum atas kemaslahatan pribadi dan individu.
  4. Diantara indikasi dari Kemuliaan dan keagungan kota Madinah adalah disingkirkannya penyebab yang menimbulkan fitnah terhadap wanita, maka dia dijauhkan ke negara lain sebagi wujud penjagaan bagi kemuliaan dan keagungan Madinah.

Nah, sahabat semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah kepemimpinan Umar bin Khattab dalam menyikapi permasalahan pemuda tampan yang menjadi fitnah di kalangan wanita Madinah ini.

Ilustrasi

Sumber Referensi:

islamqa.info/id/201633

Leave a Reply