UAS Berbagi Cara Memaksimalkan Ramadhan

Ustadz Abdul Somad mengatakan, Ramadan adalah satu-satunya bulan yang disebutkan Allah di dalam al Quran.

Biasanya sesuatu yang disebutkan namanya di Quran karena sangat buruk, tapi juga karena kemuliaan dan keagungan yang luar biasa.

“Ramadan, asal katanya adalah ‘Romdho’ artinya panas. Kenapa bulan ini disebut panas? Karena memang pada saat siang hari, leher ini rasanya kering karena memang panas luar biasa,” kata Ustadz Abdul Somad dalam satu tausiyahnya.

“Karena tidak ada air yang lalu di tenggorokan dari terbit fajar sampai terbenam matahari,” kata Ustadz Abdul Somad.

Tapi ada juga makna lain dari Ramadan.

“Dia disebut panas ketika kita gali tanah, ditemukan ada besi yang sudah lama di dalam tanah, berkarat, lalu kemudian besi itu kita panaskan ke dalam api yang bergejolak,” kata UAS.

“Setelah dia memerah lalu kita tarik, kita pukulkan ke lantai. Satu kali hentakan maka rontoklah karatnya. Begitulah agaknya kita dengan bulan Ramadan,” kata Ustadz Abdul Somad.

Selama 11 bulan semuanya berkarat.

Mata berkarat, telingan berkarat, lidah berkarat, otak berkarat, hati berkarat, semuanya berkarat dengan karat-karat dosa. 

Lalu dilepaskan semuanya ini dengan panaskan dengan ibadah-ibadah.

“Siangnya diisi dengan shiyam (berpuasa), malamnya diisi dengan qiyam,” kata UAS. 

Ustadz Abdul Somad mengatakan, siapa yang tegak di waktu malam, karena keimanan dan hanya berharap balasan dari Allah maka diampunkan juga dosa-dosanya di masa lalu.

Lalu kemudian ada waktu yang utama menjelang waktu Subuh, menjelang azan subuh berkumandang, pada waktu sahur manfaatkan untuk beristighfar.

Ustadz Abdul Somad mengatakan, keutamaan-keutamaan bulan ini andai kita tidak mendapatkannya di awal maka jangan sampai di tengah dan akhirpoun tidak mendapatkan. 

“Usahakan. Semangatkan diri, bangkitkan jiwa. Jiwa-jiwa yang tertidur bangkitlah, bangunlah. Bersemangatlah. Jadikan ini sebagai Ramadan terakhir,” kata Ustadz Abdul Somad.

Umat Muslim memiliki berbagai kebiasaan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Ada yang mendekorasi rumah mereka, membeli berbagai kebutuhan pokok atau banyak budaya lainnya.

Dai ternama Ustadz Abdul Somad (UAS) memberikan beberapa panduan bagi Muslim untuk memaksimalkan Ramadhan, seperti yang dijelaskan UAS dalam video Youtube resminya. Menurutnya, penting bagi umat Islam membersihkan diri. Pembersihan diri ini dilakukan baik membersihkan hati maupun fisik.

Penting juga bagi seorang Muslim untuk mempersiapkan kebutuhannya saat Ramadhan. Kebutuhan ini mencakup makanan hingga perlengkapan ibadah untuk menghadapi Ramadhan.

“Belanja banyak-banyak, kalau masak kolak untuk istri, suami, anak, masaklah untuk 10 porsi. Antar ke masjid, ada anak yatim, fakir miskin, musafir untuk berbagi makanan,” ujarnya saat menyampaikan ceramah di Pengadilan Negeri Kabupaten Pelalawan, Maret lalu.

UAS mengisahkan kebiasaan masyarakat Mesir yang membuat tempat berbuka gratis selama Ramadhan. “Empat kali Ramadhan tidak pernah saya masak untuk berbuka, berbuka gratis di Mesir,” ujarnya.

Melimpahnya ampunan dan berkah pada bulan suci Ramadhan tentunya membuat banyak orang berlomba-lomba melakukan kebaikan. Namun, ia menyebut amal kebaikan yang dilakukan saat Ramadhan sangat baik jika dilakukan pada bulan-bulan lain.

“Integrias itu penting, integritas terus atau istiqamah,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *