Tantang TNI AU, Dua Kapal Malaysia Berakhir Tragis Oleh Tiga Anggaota KOPASKA!


Tantang TNI AU, Dua Kapal Malaysia Berakhir Tragis Oleh Tiga Anggaota KOPASKA!

http://iniberita.news/kisah-heeroik-kopaska-serka-ismail-yang-mengobrak-abrik-kapal-perang-malaysia/kopaska/

KOPASKA atau Komando Pasukan Katak memang memiliki kemampuan mumpuni dalam kemampuan tempur laut. Mereka bertugas untuk mengendus dan menghancurkan setiap ancaman yang datang, khususnya dari laut. Kemampuan berenang dan menyelam yang handal wajib dikuasai oleh setiap anggota pasukan khusus dari matra TNI AL ini.

https://militer.id/pasukan-elit-indonesia-penyamar-terbaik-tanpa-jejak/

Malaysia pernah merasakan bagaimana rasanya menghadapi pasukan khusus ini dan harus diakui mereka lari tunggang langgang akibat ulah KOPASKA. Memanasnya hubungan Indonesia-Malaysia akibat pulau Ambalat beberapa saat lalu telah menyisakan kisah yang takkan terlupakan bagi Malaysia.

Pada saat itu, Malaysia sedang gencar-gancarnya melakukan provokasi terhadap Indonesia dengan cara mengganggu pembangunan mercusuar Karang Unarang sebagai salah satu titik terluar perbatasan dengan Malaysia. Hal ini dilakukan oleh aparat Negeri jiran dengan cara melakukan manuver tinggi disekitar lokasi pembangunan mercusuar sehingga akan menghasilkan ombak besar yang dapat mengganggu pekerjaan pembangunan.

https://militer.id/pasukan-elit-indonesia-penyamar-terbaik-tanpa-jejak/

Lebih parahnya lagi, aparat Malaysia juga pernah melakukan penganiyayaan terhadap pekerja yang membangun mercusuar tersebut. Untuk menjaga para pekerja dan proses pembangunan mercusuar, TNI AL telah menempatkan satu tim Kopaska asal Satkopaska Armada Timur (Armatim) ke lokasi tersebut.

Malaysia kembali berulah, kali ini lewat kapal-kapal milik Marine Police dan TLDM (Tentera Laut Diraja Malaysia). Kedua kapal tersebut bersandar dan melepaskan jangkar pada lokasi yang hanya berjarak sekitar 500 yard dari Pontoon Lius Indah, lokasi di mana tim Kopaska di tempatkan. Malaysia kemudian diperingatkan dan diusir kapal patroli TNI AL, KRI Tedong Naga (819) namun masih juga belum mau bergeming.

http://militermeter.com/mengenang-aksi-heroik-prajurit-kopaska-mengusir-kapal-perang-malaysia/

KOPASKA akhirnya turun tangan dan merancang skenario untuk melakukan pengusiran terhadap kapal Malaysia. Serka Ismail ditemani oleh dua anggota KOPASKA lain bernama Serda Muhadi dan Kelasi Satu Yuli Sungkono menjadi personel yang terlibat dalam operasi ini, namun mereka tidak diperbolehkan membawa senjata.

Berbekal perahu karet berkecepatan tinggi, mereka melakukan manuver zig-zag untuk menarik perhatian semua kru yang ada di kedua kapal Malaysia. Taktik ini ternyata berhasil. Serka Ismail yang sudah menjatuhkan diri ke laut pada sisi perahu yang tidak terlihat telah berhasil mencapai kapal Malaysia tanpa terdeteksi.

https://salamadian.com/urutan-pangkat-tni-ad-al-au/

Bak hantu, Serka Ismail tiba-tiba sudah merangsek masuk dengan mendobrak pintu samping kapal dan sambil berteriak mencari kapten kapal. Semua ABK terkejut dan shock, tak menyangka prajurit KOPASKA sudah berhasi masuk kapal karena perhatian mereka telah tertuju pada perahu karet yang zig-zag tadi. ABK kapal yang terlihat di haluan untuk menjaga meriam telah mengindikasikan kapal tersebut dalam siaga tempur.

Setelah dibentak dan ditanya oleh Serka Ismail, kapten kapal tersebut berkilah hanya menjalankan perintah atasannya. Serka Ismail mengancam akan segera memotong jangkar jika kapal tersebut tidak segera keluar dari wilayah NKRI. Tidak lama kemudian kapal tersebut langsung cabut dan balik arah menuju Malaysia. Namun hal tersebut tidak diikuti oleh kapal kedua yang terlihat masih bersikukuh tetap bertahan. Hal ini membuat Serka Ismail naik pitam dan mengancam akan segera meledakkan jangkar apabila tidak segera keluar dari wilayah NKRI.

https://www.indomiliter.com/cantoka-tumpas-perompak-inilah-wahana-ship-boarding-kopaska-tni-al/

Ternyata ancaman Serka Ismail terdengar sampai anjungan kapal serta diteruskan ke pusat komando oleh ABK kapal milik Malaysia. Sersan Eka kemudian turun dari kapal tersebut dan tak lama kemudian kapal kedua Malaysia segera ambil kaki seribu, keluar dari wilayah NKRI.

Efek kejut yang diberikan oleh Sersan Ismail nampaknya telah berhasil merobohkan mental ABK yang ada dikedua kapal Malaysia. Jumlah personel KOPASKA yang hanya tiga orang saja sudah sangat mampu mengusir mundur pasukan Malaysia yang dilengkapi dengan meriam tempur, tragis memang. Sulit kita bayangkan apa yang bisa dilakukan oleh satu batalyon pasukan KOPASKA, bisa-bisa satu kapal induk musuh mampu mereka sabotase dan kuasai, bagaimana pendapatmu?

Sumber:

intisari.grid.id/read/03201213/seperti-siluman-personel-kopaska-ini-seorang-diri-tanpa-senjata-menyusup-ke-kapal-perang-malaysia-dan-mengusirnya?page=all

Leave a Reply