Seorang Ahli Penyelam ini Buka Suara Alasan Kenapa BASARNAS Tidak Angkat Jasad Korban KM Sinar Bangun Pada Kedalaman 450 Meter!


Basarnas akhirnya menghentikan pencarian para korban KM Sinar Bangun di Danau Toba, keputusan itu diambil pada hari ke-16 pasca kapal tenggelam, atau pada Selasa (3/7/2018). Dilansir dari beberapa sumber, proses pencarian jenazah korban tenggelam di danau tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, tantangan terbesar tim SAR tidak lain karena tekanan air.

Robot atau Remotely Operated Vehicle (ROV) yang sempat diterjunkan untuk mencari posisi kapal juga sempat dikabarkan mengalami kerusakaan akibat tekanan air setelah berhasil menemukan letak tenggelamnya KM Sinar Bangun pada kedalaman 450 meter.

Lantas hingga kedalaman berapa meter manusia mampu menyelam? Jika dikonversikan bahwa setiap meter persegi pergi permukaan tubuh penyelam akan mendapatkan tekanan air sebesar 45 ton?!

Sebuah akun Facebook bernama Anita Martha Hutagalung pun membeberkan sejumlah alasan kenapa tim SAR akhirnya menghentikan pencarian para korban KM Sinar Bangun di Danau Toba, beberapa alasan itu ia ungkap ketika makan siang bersama putranya Steven Luther John yang biasa ia panggil boy, yang kebetulan berprofesi sebagai penyelam yang sudah memiliki sertifikat internasional.

Lihat Image/Video Detail

Unggahan Anita Martha Hutagalung terkait tenggelamnya KM Sinar Bangun.

Dalam perbincangannya itu putranya awalnya menjelaskan jika menyelam itu tidak semudah yang dibayangkan, harus memiliki skill khusus dan tentunya surat ijin layaknya SIM kendaraan bermotor, surat ijin menyelam sendiri adalah sertifikat resmi yang diberikan kepada mereka yang lulus uji menyelam, dan untuk mendapatkannya pun tak mudah karena sangat mahal.

Lihat Image/Video Detail

Steven L. Jon Damanik, putra Anita yang memiliki sertifikat (SIM) menyelam

Dari perkataan pembuka itu kening Anita semakin mengerut. Ia kemudian teringat dengan kejadian KM Sinar Bangun, dan mencoba bertanya kepada putranya sampai sejauh mana manusia mampu menyelam ke dalam air? Steven menjawab maksimal sampai 50 meter, lebih dari itu tentu nyawa taruhannya.

Dan untuk bisa sampai ke kedalaman 50 meter juga tidak asal turun begitu saja, tapi harus menyesuaikan kondisi, setiap 5 meter berhenti untuk menyesuaikan tekanan udara. Kalau pun berhasil mencapai kedalaman 50 meter, manusia tidak bisa berlama-lama di situ, paling lama hanya beberapa menit dan harus kembali ke permukaan.

Di kedalaman 50 meter aja, kita gk bisa lama lama. Paling lama sekitar belasan menit.
Mama tau gak.
Kalau nyelam itu, mesti pelan pelan turunnya gk bisa langsung buru buru kedasar. 

Lebih lanjut Steven menjelaskan untuk kembali ke permukaan juga tidak asal naik, karena berhubungan dengan nyawa si penyelam itu sendiri.

Saat naik kembali ke atas pun sama.
Tidak bisa buru buru, setiap 5 meter berhenti.
Kalau mendadak langsung naik, tekanan udara dalam tubuh tiba2 berubah bisa buat Pembuluh darah pecah. Mati kontan mah..

Anita kemudian berbicara jika dirinya sangat kasihkan kepada nasib para korban yang sampai saat ini belum juga diangkat, mendengar perkataan ibunya itu Steven kemudian setuju dengan keputusan Tim SAR menghentikan pencarian karena medannya sulit, dan juga kalau pun berhasil menemukan serta membawa jenazah para korban juga tidak mudah.

Kalaupun mayat itu bisa didapat, ya sudah hancurlah kalau diangkat kepermukaan.
Sebaiknya memang dihentikan.
Kan sudah tau lokasinya, ya bersyukurlah bisa tau tujuan berjiarah

Seorang Ahli Penyelam ini Buka Suara Alasan Kenapa BASARNAS Tidak Angkat Jasad Korban KM Sinar Bangun Pada Kedalaman 450 Meter!

Keluarga korban KM Sinar Bangun yang berjiarah di lokasi kejadian.

Keluarga korban KM Sinar Bangun yang berjiarah di lokasi kejadian.

Dari perbincangan siang itu, Anita pun akhirnya mengerti kenapa Tim SAR mengehentikan pencarian, tekanan di air itu lebih berat dari pada tekanan di udara. Perbandingannya kira kira 1 : 1000, 1 meter di dalam air sama dengan 1000 meter di udara. Kedalaman 450 meter itu luar biasa. Untuk mencapai kedalaman 50 meter saja perlu 2 tabung oksigen yang memiliki persediaan oksigen terbatas. Tidak ada yang mampu menyelam sampai kedalaman 450 kecuali robot dan peralatan yang sangat canggih! 

Semoga ya hal ini dapat dimengerti oleh pihak keluarga meski dengan sangat berat hati!

Leave a Reply