PSSI pertahankan Luis Milla

Luis Milla saat memantau jalannya seleksi tahap kedua pemain Timnas U-22 di Lapangan Sekolah Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang, Selasa (28/2/2017).

Luis Milla saat memantau jalannya seleksi tahap kedua pemain Timnas U-22 di Lapangan Sekolah Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang, Selasa (28/2/2017). | Sigid Kurniawan /Antara Foto

Gonjang-ganjing soal siapa pelatih tim nasional Indonesia ke depan terjawab sudah. Melalui rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI pada Senin (17/9/2018) malam, federasi telah memastikan nama Luis Milla untuk kembali membesut skuat Garuda.

Keputusan ini sekaligus menjawab spekulasi yang beredar beberapa hari terakhir: kontrak Milla tak diperpanjang PSSI. Spekulasi tersebut bisa dimaklumi. Sebab, selain karena kontraknya berakhir pasca-Asian Games, Milla kerap gagal memenuhi target.

Misalnya di ajang SEA Games 2017, pelatih berusia 51 tahun itu ditarget meraih emas. Nyatanya, Garuda U23 hanya beroleh perunggu. Demikian pula di Asian Games. Dipatok masuk empat besar, Hansamu Yama Pranata dkk. hanya finis di 16 besar.

Sepertinya capaian-capaian tersebut tak dipermasalahkan PSSI. Selain itu, banyak pula suara yang meminta agar Milla dipertahankan setelah melihat permainan timnas yang membaik, walau tak mencapai target.

“PSSI memastikan bahwa Milla kembali sebagai pelatih timnas. Dia telah memberikan respons positif,” ucap aggota Exco PSSI, Refrizal, dalam Goal Indonesia.

Hal yang sama dikemukakan oleh Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono. Dalam rapat semalam, menurutnya, ada sejumlah poin yang didapat.

Pertama, tentu saja soal keputusan untuk mengangkat Milla kembali. Kedua, sang pelatih merespon dengan baik tawaran yang diajukan.

Ketiga, sambung Joko, mereka membicarakan waktu kedatangan Milla. Saat ini Milla tengah berlibur dan menjalani pelatihan guna mendapatkan lisensi UEFA Pro. Diperkirakan ia datang ke Indonesia pada 9 Oktober, sehari sebelum laga uji coba melawan Myanmar.

Poin terakhir terkait dengan kontrak hitam di atas putih.