NASA: Gelembung Metana di Danau Arktik adalah Kabar Buruk

Khawatir dengan fenomena ini, Walter Anthony menyerukan kasus ini bisa mendapat perhatian serius dan dimasukkan ke dalam model iklim untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat tentang perubahan iklim di masa depan.

Torben Christensen, seorang profesor di Departemen Geografi Fisik dan Ilmu Ekosistem Universitas Lund yang tidak terlibat dalam studi mengaku sepakat dengan seruan Anthony.

“Apa yang penelitian katakan adalah kita memiliki warisan karbon tua di ekosistem alam yang telah disimpan selama ratusan hingga ribuan tahun, dan kini mulai mencair. Ini menambahkan daftar pelepasan (metana) alami untuk atmosfer dan itu harus diperhatikan secara serius dalam proyeksi iklim,” ujar Christensen.

Meskipun belum dikonfirmasi, namun para Ilmuwan sepakat bahwa hal ini disebabkan oleh permafrost yang mencair dan membentuk kantung-kantung metana. Ketika tekan di dalam kantung tersebut sangat tinggi, kantung tersebut meledak dan menciptakan lubang.

Ketika fenomena ini terus berlanjut, akhirnya akan menyebabkan masalah pada wilayah kota karena tanah menjadi lebih lembut, jalan-jalan melengkung dan bangunan mulai tenggelam ke tanah.

https://www.newsweek.com/arctic-permafrost-lakes-bubbling-methane-nasa-1119624