NASA: Gelembung Metana di Danau Arktik adalah Kabar Buruk


NASA: Gelembung Metana di Danau Arktik adalah Kabar Buruk

Gelembung Metana di danau Arktik. Nasa menjelaskan hal ini merupakan kabar buruk bagi perubahan iklim kita. (News Week)

KOMPAS.com – Muncul gelembung metana di Danau-danau Alaska dan Siberia. Bagi para ilmuwan, pelepasan gas rumah kaca yang sangat kuat ini merupakan sesuatu yang mengkhawatirkan.

Bulan lalu, NASA membagikan sebuah rekaman yang menunjukkan gelembung metana muncul di danau Arktik. Fenomena ini terjadi ketika permafrost atau lapisan es abadi yang telah membeku selama ribuan tahun tiba-tiba mencair lebih cepat dari yang diperkirakan.

Para ilmuwan sebenarnya telah lama mengetahui bahwa saat permafrost mencair akan berpotensi melepaskan metana dalam jumlah besar ke atmosfer. Itu karena unsur organik yang lama terkurung di bawah tanah mencair dan akan terurai, melepaskan karbon dan metana (hidrokarbon) dalam prosesnya.

Para ilmuwan berpendapat, jika semua unsur organik itu dilepaskan ke atmosfer maka dampaknya terhadap perubahan iklim akan sangat besar. Total ada sekitar 1.500 miliar ton karbon terkurung di permafrost, angka tersebut hampir dua kali lipat jumlah karbon di atmosfer saat ini.

Metana juga dianggap dapat menyebabkan tanah tidak kokoh. Bila pencairan permafrost terus berlanjut, kota-kota yang ada di sekitarnya dikhawatirkan bisa tenggelam.

Dalam penelitian yang didanai NASA dan telah terbit di jurnal Nature Communications, para ahli menemukan sumber metana yang belum diperhitungkan dalam model iklim berasal dari danau “thermokarst”.