Minggu Neraka Latihan Paling Mengerikan Pasukan Khusus TNI AU


Latihan pasukan khusus tentu berbeda dengan pasukan reguler. Lebih berat. Bahkan untuk pasukan khusus Indonesia, semacam Kopassus dan Denjaka, latihan mengerikan. Bikin merinding bulu kuduk.

Latihan berat, diperlukan karena memang kualifikasi pasukan khusus berbeda. Mereka dilatih dan didik secara khusus, karena dihadapkan pada tugas yang punya tingkat risiko tertinggi. Dari mulai rekrutmen personel pun sudah berat dan ketat. Tak sembarang prajurit yang bisa masuk ke kesatuan elit. Mereka yang masuk pasukan khusus adalah prajurit terbaik.

Minggu Neraka Latihan Paling Mengerikan Pasukan Khusus TNI AU

Referensi pihak ketiga

Salah satu pasukan khusus Indonesia yang latihannya sangat berat adalah Detasemen Bravo 90, pasukan anti teror milik TNI Angkatan Udara (TNI AU). Porsi latihan mereka tak kalah berat dan mengerikan dengan Kopassus dan Denjaka. Salah satu latihan yang paling berat dan mengerikan adalah latihan di tahap air. Hell Week atau Minggu Neraka, demikian sebutan latihan paling berat yang harus dijalani Den Bravo 90.

Referensi pihak ketiga

Mengutip Majalah Commando Volume I Nomor 6 Edisi Mei-Juni 2005, hell week adalah pendidikan terakhir bagi calon pasukan Bravo. Ini latihan paling berat dan brutal. Di hell week, para calon prajurit Bravo harus menjalani latihan teknik perkelahian bebas, kamp tahanan, teknik infiltrasi laut, darat dan udara. Tapi yang kerap dianggap paling mengerikan adalah ketika peserta harus menjalani tahapan kamp tahanan.

Referensi pihak ketiga

Di tahapan ini, calon prajurit Bravo akan di bawa ke satu tempat, tanpa diberi tahu. Di bawa dengan mata tertutup ke dalam hutan. Tiba di hutan, mereka hanya mengenakan celana dalam saja. Mereka dianggap jadi tawanan beneran. Para peserta harus menjalani interogasi, di tempatkan di kamar gelap. Dan, dihajar habis-habisan sampai kelenger. Tentu, dihajar beneran yang bisa bikin gila bagi yang tak kuat.

Latihan ini untuk menguji ketahanan mental, jika sewaktu-waktu pasukan Bravo tertawan. Bagi yang lolos, ini jadi kenangan tersendiri, bahkan menjadi ikatan kuat yang menyatukan jiwa sesama anggota Bravo. Atau dalam kata lain, menumbuhkan jiwa korsa atau korps.

Referensi :

Majalah Commando Volume I Nomor 6 Edisi Mei-Juni 2005

Leave a Reply