Kickoff Liga 1 Musim 2019 Bertepatan dengan Bulan Puasa

Kickoff Liga 1 Musim 2019 Bertepatan dengan Bulan Puasa

Kompetisi Liga 1 2019 hampir dipastikan bergulir pada 8 Mei 2019 dan bertepatan dengan bulan Ramadan.

Liga 1 berjalan di hari ketiga Ramadan. Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha mengatakan, operator Liga Indonesia Baru saat sedang melakukan finalisasi persiapan kompetisi.

“Elite Pro Academy U-16 bergulir April 2019. Kemudian, Liga 1 bergulir di awal Mei 2019. Dua pekan setelahnya Liga 2,” ujar Tisha.

Tisha juga mengatakan kompetisi akan selesai pada Desember 2019. Klub diperkirakan bakal menjalani jadwal yang cukup padat.

“Kami mengejar tahun ini agar selesai. Kami juga berharap PT LIB sudah merampungkan jadwalnya. Dua pekan setelah Lebaran akan digelar Liga 1 U-18. Lalu satu bulan kemudian U-20,” katanya.Pada kesempatan terpisah, Direktur PT LIB, Dirk Soplanit mengatakan proses kompetisi sudah rampung dan tinggal dirilis. Namun ia menyebut masih ada beberapa langkah yang hrus disusun.

“Proses sudah selesai dan tinggal rilis saja. Ada step yang kami sudah susun, saya tidak ingat persis tanggal berapa disebarnya,” jelas Dirk Soplanit.

“Tapi timeline nya sudah jelas, jadi tidak ada persoalan yang serius lagi,” imbuh pria yang juga anggota Komite Eksekutif PSSI itu.

Sepak Bola di Bulan Puasa, dari Pesantren hingga Eropa

Selama bulan puasa tidak berarti membuat aktivitas kita dalam berolahraga harus terhenti. Sebaiknya tetap rutin melakukan gerak badan agar tubuh senantiasa sehat. Hanya saja, lamanya berolahraga yang perlu dikurangi agar tidak terlalu melelahkan atau agar tidak kehausan.

Ada juga anak-anak yang sengaja bermain bola pada malam hari. Di beberapa pesantren, bahkan ada atraksi bermain sepak bola api di malam hari. Hebatnya, bolanya terbuat dari bongkahan sabuk kelapa tua yang telah kering, lalu direndam di minyak tanah agar saat dibakar menghasilkan api.

Pada bulan puasa tahun ini, yang merupakan puasa kedua pada era pandemi Covid-19, sepak bola profesional di tanah air mulai menggeliat lagi. 

Malam ini (Minggu, 25/4/2021), digelar laga final Piala Menpora leg kedua, yang mempertemukan dua rival abadi, Persija Jakata versus Persib Bandung.

Persija berada di atas angin karena pada leg pertama tiga hari lalu berhasil mengandaskan Persib dengan skor 2-0. Tapi, tak ada yang tak mungkin dalam sepak bola. Persib bisa saja membuat kejutan dengan aksi balas dendam dan sekaligus memboyong Piala Menpora.

Laga antara Macan Kemayoran (julukan bagi Persija) melawan Maung Bandung (julukan bagi Persib), selalu bikin heboh. Biasanya aparat keamanan akan dilipatgandakan jumlahnya karena sering muncul aksi saling serang antar kelompok suporter fanatik, yang bahkan pernah menelan korban jiwa.

Untungnya, laga malam ini berlangsung tanpa penonton di stadion Manahan Solo, Jawa Tengah. Sehingga, tak perlu ada kekhawatiran terjadinya gesekan antar pendukung kedua klub.

Selain itu, pertandingan juga dilakukan dengan mengakomodir cara-cara yang memenuhi protokol kesehatan. Kesuksesan turnamen Piala Menpora telah membuat pihak PSSI dan juga pihak kepolisian yang berwenang memberi izin, yakin bahwa kompetisi resmi Liga 1 dan Liga 2 telah siap untuk digelar.

Di luar negeri, khususya di Eropa, sepak bola di bulan puasa tetap berlangsung seperti biasa. Berbeda dengan Piala Menpora yang menggelar pertandingan seusai salat tarawih, di Eropa yang memang penganut agama Islam hanya minoritas, tak ada perubahan jam pertandingan.

Makanya, berita tentang sepak bola Eropa tetap mengalir seperti biasa ke segenap penjuru. Soalnya, kelompok suporter klub-klub Eropa tersebar di mana-mana, termasuk Indonesia.

Media massa pun tetap memberitakan sepak bola Eropa karena banyak pembacanya. Memang,  di antara sekian banyak cabang olahraga, sepak bola dapat dikatakan sebagai olahraga yang paling populer. 

Ada pengecualian, seperti di negara adidaya Amerika Serikat (AS) pamor sepak bola masih di bawah bola basket. Tapi secara umum, di lima benua, sepak bola lah yang paling banyak penggemarnya.

Tak heran, bila sepak bola, dalam perkembangannya berpilin berkelindan dengan masalah bisnis dan politik. Para pebisnis superkaya pun tertarik punya klub sepak bola profesional. Sedangkan pemilihan pengurus asosiasi sepak bola dibumbui dengan intrik politik.

Klub-klub papan atas di Eropa sudah banyak yang berpindah tangan ke konglomerat asal Timur Tengah. Pemilik baru tak segan-segan berburu pemain bintang dengan harga yang gila-gilaan. 

Nah, dalam konteks bisnis besar itulah barangkali baru-baru ini mencuat berita akan digulirkannya liga lintas negara yang hanya diikuti oleh klub-klub besar secara eksklusif. Liga itu disebut European Super League (ESL).

Untunglah, setelah banyak dikecam beberapa kelompok suporter dan juga dari asosiasi sepak bola, sepertinya ESL tidak jadi, atau belum akan digelar pada waktu dekat ini, karena beberapa klub yang bakal bergabung, menyatakan mengundurkan diri.

Eksklusivitas sepak bola sebaiknya memang ditolak, karena pada dasarnya sepak bola adalah olah raga yang merakyat. Sungguh ironis, bila akhirnya sepak bola hanya memilih masyarakat segmen menengah ke atas saja. 

Ada lagi berita lain seputar sepak bola di bulan puasa yang cukup inspiratif. Betapa pemain profesional yang beragama Islam tetap menjalankan ibadah puasa, meskipun mereka berlatih fisik yang menguras keringat. Bahkan, saat bertanding pun, ada yang kuat berpuasa.

Di antara para pemain muslim itu, nama Mohamed Salah menjadi nama yang paling populer. Pemain asal Mesir yang telah cukup lama memperkuat klub Liverpool itu, sering diberitakan dalam konteks yang positif sehubungan dengan perilakunya sebagai seorang muslim.

Seperti yang ditulis okezone.com (15/4/2021), Mohamed Salah berbuka puasa di tengah laga Liga Champions. Tulisan itu memang mengangkat kejadian pada bulan puasa 2019.

Ketika itu akun Twitter jurnalis asal Mesir, Mohamed El Gazar, mengunggah video yang memperlihatkan Mohamed Salah menenggak sebotol air minum di pengujung babak pertama pertandingan Liverpool versus Tottenham Hotspur.

Salah mencuri kesempatan untuk minum pembatal puasanya, pas ada momen pemain Tottenham, Jan Vertonghen, tengah menjalani perawatan. 

Di antara para pemain muslim itu, nama Mohamed Salah menjadi nama yang paling populer. Pemain asal Mesir yang telah cukup lama memperkuat klub Liverpool itu, sering diberitakan dalam konteks yang positif sehubungan dengan perilakunya sebagai seorang muslim.

Seperti yang ditulis okezone.com (15/4/2021), Mohamed Salah berbuka puasa di tengah laga Liga Champions. Tulisan itu memang mengangkat kejadian pada bulan puasa 2019.

Ketika itu akun Twitter jurnalis asal Mesir, Mohamed El Gazar, mengunggah video yang memperlihatkan Mohamed Salah menenggak sebotol air minum di pengujung babak pertama pertandingan Liverpool versus Tottenham Hotspur.

Salah mencuri kesempatan untuk minum pembatal puasanya, pas ada momen pemain Tottenham, Jan Vertonghen, tengah menjalani perawatan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *