Ini Bahayanya jika AS Tak Serahkan Jet F-35 ke Turki


Ini Bahayanya jika AS Tak Serahkan Jet F-35 ke Turki

Pesawat jet tempur siluman F-35 produksi Lockheed Martin, Amerika Serikat. Foto/REUTERS

WASHINGTON – Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) James Norman Mattis minta Kongres agar tidak menyingkirkan Turki dari program jet tempur siluman lantaran Ankara membeli sistem rudal pertahanan . Mattis memperingatkan dampak bahaya yang dialami program itu jika Turki disingkirkan dan tak memperoleh jet tempur tersebut.

Senat AS telah meloloskan rancangan undang-undang (RUU) kebijakan pertahanan pada bulan Juni dengan klausul bipartisan tambahan yang memblokir transfer jet tempur F-35 ke Turki. Selain akuisisi S-400 Rusia, penahanan seorang pastor AS oleh Ankara dijadikan alasan.

Jet tempur siluman F-35 merupakan program jet tempur bersama negara-negara NATO. Turki sebagai anggota NATO ikut andil besar, terutama dalam hal pendanaan.

“Pada saat ini, saya menentang penghapusan Turki dari (program) F-35,” tulis Mattis dalam suratnya kepada Ketua Komite Layanan Bersenjata Parlemen (House of Representatives), Mac Thornberry. Surat itu sebelumnya dirahasiakan.

Mengutip laporan Bloomberg, Jumat (20/7/2018), surat serupa juga dikirim ke Komite Angkatan Bersenjata Senat AS.

Mattis mengatakan kepada anggota parlemen bahwa Turki telah menginvestasikan USD1,25 miliar ke dalam program pengembangan F-35. Menurut Mattis, penjualan jet tempur itu harus tetap dilanjutkan.

“Jika rantai pasokan Turki terganggu hari ini, itu akan menghasilkan jeda produksi pesawat, menunda pengiriman 50-75 jet dan akan memakan waktu sekitar 18-24 bulan untuk re-source parts yang dibuat oleh perusahaan Turki,” lanjut surat Mattis.

Turki telah komitmen akan membeli 100 pesawat tempur F-35 Lightning II produksi Lockheed Martin tersebut. Saat ini, pilot-pilot Ankara sudah mulai latihan mengoperasikan dua jet tempur yang secara simbolik diserahkan ke Turki di Pangkalan Angkatan Udara Luke di Arizona.

Sekadar diketahui, Turki dan Rusia menandatangani kesepakatan pada Desember 2017 di mana Moskow akan memasok Ankara dengan sistem rudal surface-to-air S-400. Kesepakatan itu membuat para pejabat Pentagon dan NATO khawatir, karena Turki bisa membocorkan kelemahan F-35 ketika mengoperasikannya bersamaan dengan S-400.

Leave a Reply