Tahukah anda bahwa dibalik eloknya Danau Toba di Sumatera Utara terkandung mitos yang hingga kini dipercaya masyarakat setempat, meskipun belum bisa dibuktikan.

Kesannya Danau Toba ini sangat angker, karena tebesar di Asia Tenggara. Kedalamannya mencapai 505 meter, dengan panjang 100 kilometer. Danau Toba termasuk danau vulkanik yang terbangun dari ledakan pada 75 ribu tahun yang lalu, dan ditengahnya terdapat pulau Samosir.

Ketika terjadi kecelakaan kapal tenggelam yang menimpa KM Sinar Bangun (18/6/2018) dengan 200 penumpangnya, sebagian masyarakat ada yang bertanya apakah karena kurang sajen (sesaji) sehingga ular naga penjaga Danau Toba mengibaskan ekornya hingga menimbulkan gelombang besar dan menenggelamkan kapal? Tentu saja jawabnya tidak tahu, namanya juga mitos.

Ilustrasi Naga Raksasa (YouTube).

Berikut ini adalah sekilas mitos di seputar Danau Toba, yang diambil dari berbagai sumber, di antaranya adalah Palingseru.com dan Klikseru.com. Namanya juga mitos sehingga tidak bisa dibuktikan secara logika. Namun faktanya ada kepercayaan demikian.

1. Naga Raksasa. Naga penjaga Danau Toba ini benar-benar disebut naga raksasa, karena panjangnya hampir setengah dari panjang danau toba. Naga ini dipercaya sebagai anak leluhur penjaga Danau Toba agar tidak kering. Tak ada yang membuktikan keberadaan naga ini, namun dipercaya ada dalam kepercayaan masyarakat. Karena ada yang menunggu, setiap orang disarankan tidak boleh berbuat aneh-aneh. Pengunjung harus arief terhadap kelestarian alam Danau Toba. Tidak boleh bicara jorok apalagi maksiat. Jika melawan alam, maka akan terjadi bencana. Bencana itu adalah wujud bahwa naga raksasa sedang marah.

Patung Ikan Mas Raksasa (YouTube).

2. Ikan Mas Raksasa. Warga setempat mempercayai ada tiga ikan mas raksasa, dengan warna merah, hitam dan putih, sesuai warna khas orang Batak. Panjang ikan raksasa antara 5 hingga 10 meter. Terkadang muncul dan dilihat oleh warga setempat dan para nelayan melintas di danau tersebut. Bahkan ikan-ikan mas raksasa ini sering kali merusak perangkap ikan para nelayan. Karena rasa hormat terhadap ikan raksasa ini, maka ada patung ikan yang menjadi simbol kepercayaan warga. Sebagian orang memperlakukan secara khusus ikan ini dengan memberikan sesaji.

3. Makhluk muka rata. Warga sekitar Danau Toba percaya bahwa ada sesosok orang dengan muka rata. Orang ini kadang muncul dan membuat takut, sehingga banyak kalangan pemuda memilih tidak bermain di danau jika malam hari atau suasana sudah gelap. Apalagi masih ada mitos lain, seperti suara tangisan di tengah malam yang dipercaya sebagai tangisan korban tenggelam, dan karma dari penunggu danau kepada mereka yang melakukan pelanggaran peraturan. Misalnya mengatakan kata kotor, berbuat zina, membuang benda kotor, dan hal lainnya yang dianggap kotor atau tidak sopan.

Gambaran manusia muka rata (YouTube).

Inilah sebagian dari mitos Danau Toba. Namanya juga mitos, sehingga tidak bisa dipercaya seratus persen. Yang bisa dipercaya adalah makna filosofisnya dan dibaliknya. Misalnya larangan membuang benda kotor di Danau karena akan terjadi ketidakseimbangan ekosistem yang akhirnya danau menjadi kotor dan banyak ikan mati.

Yang pasti dibalik angkernya Danau Toba kawasan ini tetap layak dikunjungi karena menjadi destinasi wisata andalan bukan hanya di Sumatera Utara, melainkan di Indonesia. Selebihnya, wallahu a’lam (fur/20/6/2018).

This article is non-journalistic content copyrighted by the We-Media author and do not reflect the views of UC News