27 Juli 2018 Fenomena Alam Langka Yang Hanya 150 Tahun Sekali Akan Terjadi. Di Indonesia?


27 Juli 2018 Fenomena Alam Langka Yang Hanya 150 Tahun Sekali Akan Terjadi. Di Indonesia?

http://travel.tribunnews.com/2018/07/08/4-keistimewaan-gerhana-bulan-28-juli-yang-sayang-banget-bila-dilewatkan

Para pengamat fenomena angkasa akan disuguhkan pemandangan yang sangat menarik ditanggal 27 Juli 2018, dimana gerhana Bulan total terlama di abad ini akan hiasi angkas pada malam hari.

NASA, menyatakan bahwa gerhana Bulan akan terjadi selama 1 jam, dimana selama 43 menit akan terlihat di Afrika Timur dan Asia Tengah. Semua masyarakat pada bagian lain benua Afrika dan Asia selain yang berdomisili di Eropa, Australia, dan Amerika Selatan akan dapat melihat sebagian dari gerhana bulan tersebut.

Para pengamat angkasa di Amerika Utara tak akan dapat menyaksikan kejadian langka ini dan harus menunggu sampai tahun 2020 untuk dapat melihat gerhana bulan total. Selama gerhana berlangsung, Bulam akan kelihatan kemerahan karena posisinya tepat segaris dengan Bumi dan Matahari sehingga bayang bayang Bumi akajn mengahalangi cahaya matahari secara total.

http://sumsel.tribunnews.com/2018/07/07/bisa-dilihat-dengan-mata-telanjang-ini-cara-lain-saksikan-gerhana-bulan-total-blood-moon-27-juli

Bulan akan kehilangan kecermelangannya yang biasa yang disebabkan karena pantulan cahaya matahari dan berubah dengan memantulkan sinar kemerahan yang tampak menyeramkan, ehingga gerhana Bulan ini disebut sebagai “Bulan Darah” atau Blood Moon.

Para ilmuan ungkapkan alasan tentang mengapa gerhana Bulan ini berlangsung lama. Pasalnya Bulan hampir melintasi tepat bagian tengah dari bayang-bayang Bumi. Sebagai perbandingan, lintasan gerhana Bulan itu berlangsung hampir 4 menit dari waktu gerhana Bulan terlama yang mungkin terjadi.

Gerhana bulan “super blue blood moon” akan tampak diatas langit Jakarta, Rabu (31/1). Fenomena alam yang langka ini akan terjadi kurun waktu 150 tahun. Pada awal tahun, sebuah gerhana Bulan telah terjadi di Januari silam dimana hampir bersamaan dengan fenomena “Bulan Super” atau dikenal sebagai Supermoon, yang terjadi pada saat Bulan purnama berada dititik orbit terdekatnya dengan Bumi.

Ini akan membuat Bulan tampak terang dan besar dari pada biasanya. Kejadian ini menimbulkan rasa gembira diantara para pengamat Bulan atas fenomena Blood Moon dan Supermoon yang terjadi bersamaan. Bagi mereka yang tak dapat melihat gerhana Bulan Juli akan mempersembahkan huburan lain bagi para pengamat angkasa.

Referensi pihak ketiga

Akhir bulan ini, planet Mars akan medekati Bumi, dan mencapai titik orbit dimana planet ini akan berada. Posisi dekatnya dengan planet kita. Mars akan kelihatan 10 kali lebih cerah dari biasanya, dimana puncak kecerahannya akan terjadi pada 31 Juli. Semua orang didunia akan berpeluang menyaksikan fenomena tata surya ini, dengan syarat langit cerah.

Sumber : liputan6.com

Leave a Reply